Bimbingan Teknis Penyusunan Peraturan Desa

Tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi dan tidak merugikan kepentingan umum.

Puskesmas Wajib Memiliki SOP

Sebagai pedoman pelayanan dan perlindungan hukum.

Festival Tulungagung Membaca

Berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan.
  • Pelatihan Jahit Menjahit

    Pelatihan Jahit Menjahit

    Dalam rangka mendukung pembangunan bidang ekonomi masyarakat dan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi usaha masyarakat di bidang industri konveksi serta menciptakan usaha yang lebih kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja di daerah diperlukan kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah secara nyata. Di dea Punjul Kecamatan Karangrejo banyak dijumpai perajin konveksi yang membutuhkan pembinaan dan bantuan peralatan untuk meningkatkan ketrampilan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk tekstil.

  • Pelatihan Sablon Digital

    Pelatihan Sablon Digital

    Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sektor industri ini memberikan kontribusi besar pada produktivitas masyarakat. Namun demikian Industri Konveksi khususnya cetak sablon memiliki tantangan besar yang harus ditingkatkan produktifitasnya, yaitu mahalnya peralatan cetak sablon digital, teknologi produksi serta sumberdaya manusia di bidang desain dan mutu produksi. Untuk itulah bertempat di Liiur Café & Resto Tulungagung, Disperindag Kab. Tulungagung mengadakan program pelatihan Peningkatan Mutu dan Desain Bagi KUB Konveksi sebagai salah satu upaya menjawab isu yang berkembang saat ini.

  • Kegiatan Pengembangan Industri Kecil Sale Pisang

    Kegiatan Pengembangan Industri Kecil Sale Pisang

    Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung telah mengadakan pelatihan peningkatan kemampuan Industri Kecil Sale Pisang yang diikuti 20 orang dari Desa Banyuurip dan Desa Rejosari Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, Adapun pelatihan tersebut bertempat di aula kantor Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung.

  • Puskesmas Beji Pertahankan Kebijakan Lama

    Puskesmas Beji Pertahankan Kebijakan Lama

    Beji masih seperti dulu. Sejak akhir tahun 2012 Puskesmas Beji menjadi salah satu Puskesmas model. “Prestasi Puskesmas Beji karena Kepala Puskesmas lama, pak Heru Dwi berani memutuskan kontrak kerja pada distributor susu formula,” papar Taslim, selaku ketua MSF Puskesmas Beji. Kebijakan soal susu formula masih menjadi aturan nomor satu di Puskesmas Beji. Baliho di depan sebelah utara pintu masuk Puskesmas cukup memberi informasi tentang pentingnya ASI Eksklusif. 

  • Kematian Ibu itu Takdir

    Kematian Ibu itu Takdir

    Dulu kematian ibu itu dianggap takdir, bagaimana sekarang? Pertanyaan tersebut pada hari Rabu, 27/8/2014 dikupas secara lengkap oleh Ratna Dwi Wulandari, konsultan sekaligus dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR. Dalam Lokakarya Advokasi dan Pengawasan Perbaikan Kualitas Pelayanan Publik di Hotel Santika Surabaya tersebut Ratna menyampaikan pentingnya disusun Standard Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan di semua daerah. 

  • Sosialisasi UU Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

    Sosialisasi UU Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

    Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Sosialisasi UU No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Adapun tujuan sosialisasi dilaksanakan karena bila pelaku usaha melakukan praktek monopoli dan bersaing tidak sehat muaranya yang dirugikan adalah konsumen. Disamping itu kesempatan pelaku usaha yang lain cenderung mengalami pailit. Oleh sebab itu agar tidak terjadi hal yang demikian maka perlu diselelnggarakan sosialisasi.

  • Alih Peran Dukun Untuk Persalinan Aman

    Alih Peran Dukun Untuk Persalinan Aman

    Saat ini, warga Tulungagung mulai memiliki pemahaman mengenai persalinan aman. Seperti yang Fatma lakukan, sejak delapan bulan lalu dia telah merencanakan untuk melahirkan anak keduanya di bidan, meskipun pada akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena kurang darah pada usia kehamilan 8 bulan. Keputusannya didukung sang suami yang sejak kelahiran anak pertama memang lebih mempercayakannya kepada bidan. Selain Fatma, juga ibu yang sering dipanggil Lin, juga melahirkan di bidan sebulan yang lalu. Ia lebih percaya karena bidan memiliki peralatan persalinan yang lengkap.